Dear all,
Sedikit curhat nih..seperti postingan saya terdahulu, saya memang suka jualan he..meskipun kecil-kecilan. Cuma kalo yang namanya MLM aku kok ngerri..
Dulu tahun 90 an aku sering ditawari amway, tapi pas coba ikutan pertemuannya kok kaya sekte orang tepuk tangan, berteriak-teriak kaya orgil he...
Nah trus aku punya pengalaman yang sampe sekarang inget (padahal sudah 14 tahun yang lalu lho, daleemmm ya..)
Ceritanya, kita masih baru lulus dari Yogya dan merantau ke Jakarta. Bayangkan dengan segala keterbatasan dan kepolosan pikiran kami waktu itu hi...(sekarang kalo inget ya lucu) kita mengadu nasib di Jakarta.
Al kisah,
kita punya temen yang sudah duluan merantau ke Jakarta ;married sebelum lulus; dan kita di telepon diajak ketemuan dirumahnya (kontrakkannya) katanya reunian..jam 1 siang.
Dengan semangat empat lima (deng dereng deng deng...gitu musiknya) kami berdua sesama perantau memenuhi undangan tersebut..padahal kostan kita di rawamangun, sedangkan dia di kebon jeruk, sementara pengetahuan angkutan dan ongkos kita cekak saat itu. Tapi dengan kepolosan dan ketulusan hati kita saat itu kita bela-belain datang (dengan ganti2 metromini) dan kita bela-belain beli oleh2 buat anaknya.
Lanjut...? Nah kejadian dimulai pada saat kita datang sebelum jam 1. Sambutannya gimannna gitu. "Eh kalian sudah dateng ya kan janjian kita jam 1".
Deg ! ada apa ini kita kan mau silahturahmi kok dibatasi jam? tapi gak apa2 dasar memangnya kangen ya kita ngobrol asik aja.
Setelah melepas kangen, sang Suami mulai mengeluarkan papan tulis dan kita diberikan presentasi amway !!!! itu tuh dengan bulatan bulatan kecilnya...Nah Lho.
Aku masih kebayang wajah temenku (sekarang beliau jadi orang ngetop di negeri ini), dengan wajah mengkerut menahan marah he...
Padahal sumpe deh, aku sangat tertarik dengan materi yang disampaikan. Tapi dasarnya ada bibit kelicikan dalam diriku he...aku langsung mutar otak untuk balas dendam :( Aku bilang ya saya tertarik dan saya mau pinjem semua alat presentasinya.
Dengan meminjam alat presentasinya, dia akan merasakan jaunya perjalanan untuk ambil alatnya ke kostanku (jahat ya....tapi itu dulu). Pertemuan terakhir dengan dia pas dia ambil alat presentasinya jam 2 siang ha....kalo inget itu aku pengen banget minta maaf hiks.
Nah..pada saat aku pinjem kaset dann bukunya (tapi niatnya cuma untuk mbales aja) sebetulnya aku suka dengan sistemnya..cuma aku nggak suka caranya thats it.
Seiring berjalannya waktu.. aku ditawari proposal bisnis oleh temen kantor. Dia dari awal sudah mengakui kalo ini MLM, tapi sistemnya bagus dan dia menjelaskan sekilas sambil meminjamkan beberapa sales kit. Good..aku mulai membuka hatiku..he..
Karena memang hatiku sudah terbuka, jadinya diskusinya enak aja dan akhirnya aku join tanpa ada perasaan tertekan, nggak enak hati, terpaksa bla bla bla. Pokoknya aku join dengan sukarela. Dalam waktu singkat aku bisa merekrut 10 orang downline dengan cara jujur dan terus terang. Saat itu aku juga rajin ikut pertemuan, sehingga kalo lihat orang tepuk tangan bukan hal aneh lagi, wong aku juga menikmatinya.
Jujur setelah sering ikut pertemuan dan berkumpul dengan orang2 berfikir positif banyak terjadi perubahan dalam diri aku. Jadi lebih positif tinking lah.
Kendala dimulai pada saat aku hamil dan aku harus melalukan prospek yang jauh, aku kendor (kenapa kendor?? katanya semangat??) yapp selain keterbatasan fisik yang jauh lebih besar memberati langkahku...yaitu produk dan systemnya. Dengan jaman digital ini belum disediakan dukungan online dari upline untuk nambah prospek dan produknya suplemen makanan yang dapat menyembuhkan. Sampe sekarang aku masih pakai produknya..tapi nggak semua orang mau minum atau menggunakan suplemen makanan jadi agak repot memberikan penjelasan.
Keajaiban terjadi..setelah ada Facebook, aku dipertemukan dengan kawan -kawan lama. Setelah bersay hello dan ngobrol sana sini barulah mbak Nina upline di bisnisku saat ini mengirim email, yang sopan dan tidak mengikat. Kalo nggak mau ya sudah tanpa paksaan dan tanpa rasa sungkan (kan sekedar email ndak pake muka memelas hi...)
Di bisnisku sekarang, aku kok "klik" banget soalnya upline memberikan lahan prospek bagi downline yang aktif melalui dunia maya dan poin utamanya adalah
kita ber MLM tanpa dijauhi teman, itu yang aku sangat setuju..bagaimanapun teman nggak bisa ditukar dengan bisnis. Kita bisa bisnis dengan teman tapi tidak boleh menjadikan teman menjadi alat bisnis kita.
Produknya, selama ini aku juga pakai dan banyak pilihan.
Kekuatan dunia maya (bukan dunia ghoib lho ) sangat dasyat, dan itu sudah aku rasakan dan buktikan dari
naranistore dan toko online upline ku yang pastinya lebih dasyat.
Dengan Bismillah yang kami ucapkan bersama-sama dengan mbak Nina aku join di bisnis ini.
Mau tahu selengkapnya klik di
bisnisku sekarang.Salam,
Umi Ratih